LAHAN PERTANIAN DESA KOPEN DILANDA KEKERINGAN

Kopen (22/09/2021) – Kekeringan di Desa Kopen mulai meluas di lahan pertanian. Sekitar 60% lahan pertanian di Desa Kopen Kecamatan Jatipurno yang dipastikan tidak bisa ditanami padi dan gagal panen seiring kurangnya pengairan.

Dari 60% lahan pertanian yang mati dan mengalami gagal panen, kata Sarto (Kepala Desa Kopen), karena musim kemarau ini datang dengan cuaca panas dan berangin. sehingga lebih mempercepat pengeringan di lahan pertanian dan di saluran irigasi.

Sarto mengungkapkan, selain berdampak matinya tanaman, kekeringan juga berpengaruh terhadap ketersediaan hijauan pakan ternak. Tercatat sekitar +- 1000 ekor ternak baik itu sapi maupun kambing domba yang kekurangan hijauan pakan. Solusi nya dengan meningkatkan jumlah pakan tambahan, yang berdampak pada membengkaknya pengeluaran/biaya pemeliharaan ternak, sehingga peternak berpotensi merugi.

Solusi untuk saat ini adalah pembuatan sumur bor sebagai sumber pengairan di musim kemarau. hal tersebut sudah diuji coba di satu lahan tanah kas desa dan memberikan cukup suplay air untuk lahan pertanian/perkebunan. sekiranya kedepan baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat dapat memberikan perhatian kepada keberlangsungan pertanian, perkebunan dan peternakan di musim kemarau dengan pengadaan sumur bor.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan