PELATIHAN MEMBATIK DI DESA KOPEN

Batik merupakan warisan luhur budaya bangsa Indonesia, batik kini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Batik di wilayah Indonesia dijadikan pakaian dinas di beberapa kantor pemerintahan. Untuk melestarikan warisan budaya bangsa yang tak ternilai ini, perlu ditanamkan kecintaan pada seni budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satunya adalah dengan memberikan pengenalan maupun pelatihan membatik.

BLK Wonogiri mengadakan pelatihan membatik untuk wanita usia produktif yang dilaksanakan di Balai Desa Kopen selama 12 hari. Pelatihan membatik kali ini di latih oleh Tutor Sukimin dari BLK Wonogiri. Pelatihan dimulai pada hari Rabu 13 November 2019 diikuti oleh 16 peserta pelatihan yang berasal dari 8 Dusun di Desa Kopen.

Batik yang sejak lama telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) adalah hasil kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Awalnya tradisi membatik merupakan tradisi turun temurun. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang, seperti motif yang hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Dalam proses pembuatan  yang menggunakan bahan berwarna putih bernama kain mori, motif batik dibentuk dengan cairan lilin agar meresap ke dalam serat kain. Untuk motif halus, penggambaran motif menggunakan alat bernama canting, sedangkan untuk motif berukuran besar, digunakan kuas.

Selanjutnya kain yang telah dilukis, dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Lalu pencelupan dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang dibatik dicelupkan juga ke dalam bahan kimia, untuk melarutkan lilin.

Banyak manfaat yang bisa diambil dari pelatihan membatik. Selain membangun imajinasi para peserta, juga sebagai wadah untuk ikut serta melestarikan budaya bangsa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan