MENCOBA KOMODITAS BARU DALAM DUNIA PERTANIAN DI DESA KOPEN

Kopen – musim kemarau di September 2019 ini, beberapa petani Desa Kopen mencoba terobosan baru yaitu bertanam bawang merah dan cabai di lahan sawah produktif. Hal tersebut dilakukan mereka sebagai bentuk inovasi baru dalam pengelolaan lahan di wilayah tersebut.

Salah satu petani yang mau melakukan peralihan dari padi menjadi bawang merah tersebut adalah Maryono.

“Memang saat ini petani sulit untuk diajak dan mencobanya karena di wilayah ini pola tanamnya selalu padi dan padi tidak ada penyelang sama sekali, padahal jika dikalkulasi pertanian padi sering kali mengalami kerugian dikarenakan berbagai permasalahan mulai dari tingginya biaya produksi, gangguan hama wereng, gangguan burung “emprit” pada saat musim panen tiba. Selain itu masih banyak faktor lain yang mempengaruhi warga masyarakat petani tidak mau beralih dari komoditas pertanian padi” tutur pemerhati pertanian dari Pemerintahan Desa Kopen.

Saat ini hanya beberapa petani mau mencoba menanam komoditas lain selain padi dengan memilih komoditas sayuran yaitu budidaya bawang merah dan cabai keriting seluas kurang lebih 1 Ha dengan sistem pengairan kocor dari kubangan-kubangan air yang mengambil air dari saluran irigasi.

“Mudah-mudahan untuk tanam bawang merah dan cabai ini juga bisa sampai panen dan menghasilkan agar petani-petani lain dapat tergerak untuk mencoba komoditas ini yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.” harapnya.

Tantangan yang dihadapi dalam budidaya tanaman ini adalah minimnya pengetahuan dan sarana prasarana yang menunjang untuk efektifitas dan efisiensi mulai masa tanam, perawatan dan masa panen.

Dengan tekad dan kemauan yang tinggi dari beberapa petani ini diharapkan Pemerintah lebih memperhatikan tentunya untuk mencukupi keterbatasan petani dalam hal sarana prasarana yang menunjang komoditas pertanian baru ini di wilayah Desa Kopen, seperti Pompa Air dan Lampu untuk mencegah serangga berkembang biak dan menyerang tanaman bawang dan cabai.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan