TIRAKATAN MALAM 17 AGUSTUS 2019 DESA KOPEN

Kopen (16/08/2019), Pada malam 17 Agustus 2019 ini ada tradisi yang selalu dilakukan oleh warga di Desa Kopen di malam menjelang peringatan HUT kemerdekaan RI. Tradisi itu adalah tirakatan atau tasyakuran.

Biasanya, kegiatan di isi dengan sambutan oleh Kepala Desa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan Seni Tari kreasi desa, kemudian makan kue HUT RI ke 74. PJ. Kepala Desa Kopen, Bpk. Kardi menjelaskan, tujuan digelar tirakatan atau ini adalah, agar tasyakuran di malam Agustusan tidak

hanya sekadar selebrasi. Namun, ada penekanan terhadap semangat nilai kemerdekaan dan nasionalisme.

Sebagai penutup mengirimkan doa untuk para pejuang bangsa ini yang telah berkorban untuk kemerdekaan bangsa ini. Mereka telah mendahului kita, dan berjuang mengisi kemerdekaan saat mudanya dengan tenaga dan ilmunya mereka, baik yang berjuang di medan perang maupun yang membantu perjuangan para pejuang ini dengan memberikan bekal materi maupun bekal lainnya.

Bangsa ini akan besar dan maju berdaulat jika generasi yang akan datang selalu bekerja keras, berbudi luhur, dan berbakti nusa dan bangsa. Pondasi akhlaq dan adab serta ilmu harus dimiliki oleh para generasi sekarang, jangan suka mengguncing atau mencemooh orang lain, apalagi dalam bekerja malas dan sombong, maka nasib bangsa ini akan tertinggal.

Kebersamaan dan gotongroyong harus selalu menjadi ciri khas umat Indonesia, satu nusa satu bangsa dan satu bahassa menjadi ciri masyarakat Indonesia. Perjuangan kemerdekaan ini harus diisi dengan karya anak bangsa yang bisa mengharumkan nama bangsa, seperti prestasi di kampungnya hingga bisa sampai mancanegara, selalu ingat bahwa perjuangan ilmu dan tenaganya untuk kepentingan negara dan bangsa. Bahkan saat berdoa dalam menunaikan ibadah haji di tanah suci pun, mereka berdoa agar bangsa ini menjadi bangsa yang baldatun thayibatun wa robbun ghofur yang artinya penduduk ini diberikan nikmat untuk disyukuri dengan baik. 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan