Kakao, produk unggulan desa kopen

Pohon kakao, merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang usaha dan nilai ekonomi yang tinggi. Kakao yang merupakan bahan baku cokelat yang bisa panen tiap hari. Kakao berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Dalam budidaya kakao tak perlu menunggu waktu lama untuk memanen buah cokelat dari pohonnya, proses pemanennya pun bisa dilakukan tiap hari jika sudah ada kakao yang tua atau siap panen.

Cokelat saat ini sudah hampir menjadi kebutuhan banyak orang. Setiap makanan dan minuman yang kita santap sehari-hari, sedikit banyak mengandung cokelat. Tak hanya makanan dan minuman, cokelat juga mulai merambah dunia farmasi dan kosmetik atau kecantikan. Karena inilah saya yakin peluang usaha budidaya kakao ke depan bisa dibilang sangat cerah. Kakao atau dalam nama latin Theobroma Cacao L, merupakan salah satu tumbuhan yang cocok dengan kultur tanah serta iklim yang ada di Indonesia. Karena inilah, budidaya kakao di berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah Wonogiri, tepatnya di desa kopen, Jatipurno mampu menjadi produk unggulan wirausaha masyarakat.

Masyarakat Kopen, biasanya memperdayakan tanah-tanah kebun yang berbukit-bukit, dengan menanami tanaman kakao serta cengkeh. Biasanya mereka menanam secara tumpang sari, mengingat lahan kurang bagus untuk tanaman padi. Uniknya, jika cengkeh hanya bisa dipanen sekali dalam setahun, atau bisa dinikmati hasilnya setelah satu tahun, maka pohon kakao ini bisa dipetik hampir tiap hari, jika pohon sudah mencapai umur 3 tahun ke atas.

Akan tetapi dalam proses panen serta pengolahan masih menemukan banyak kendala salah satunya pengetahuan dan teknologi pengolahan hasil perkebunan. oleh karena itu, masyarakat petani kakao desa kopen masih perlu banyak belajar dan masih perlu perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan akan proses panen kakao dan pengolahannya secara modern.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan